cerita di warung kopi
Makin malam, makin ramai, warkop buka 24 jam. Tua dan muda, semua pasti senang nongkrong di warung kopi.
Warung kopi atau mungkin sekarang juga dikenal sebagai kedai kopi adalah salah satu tempat yang tak bisa lepas dari budaya nongkrong orang tua dan muda.
Tak jadi soal jenis kopi yang dijual. Mau itu kopi giling dan racik sendiri atau justru kopi saset murah meriah. Hal yang pasti, warung kopi hampir tak pernah kehilangan peminatnya.
Sartam 61 th yang mengaku gemar sekali nongkrong di warung kopi. Warung kopi apa adanya, hanya menjajakan kopi saset.
Mulai dari obrolan kisah asmara sampai masalah rumah tangga bisa jadi topik menyenangkan yang tak habis dibicarakan di warung kopi.
Hampir setiap malam, Sartam selalu duduk di warung menikmati kopi dan rokok.
Pengunjung duduk berdempet, bicara ngalor ngidul dan menjafikan cerita2 lucu
Biasanya, di warkop mereka membicarakan pekerjaan. Curhat betapa susahnya hidup di tengah himpitan cicilan atau soal drama politik yang tak kunjung selesai.
Obrolan-obrolan ini kerap membawa pada fase pertemanan baru. Biasanya ada saja kenalan saat nongkrong di warkop.
"Ada saja, kan, drama. Kadang kita nongkrong bertiga, terus obrolan kita seru. Ada bapak-bapak lain di seberang nimbrung. Jadi kenalan. Kebanyakan sih gara-gara ngomongin kebijakan pemerintah," kata sartam
Kopi memang pas dibilang pemersatu, berbagai hal bisa terjadi gara-gara kopi. Obrolan apa pun semakin hidup jika ditemani secangkir kopi yang diminum di warung kopi.
Semoga yg baca bisa menikmati kopi di warung