JANGAN ASAL PILIH

PILKADES
"Terserah siapa yang mau jadi kades..."
Kalimat ini kadang muncul saat musim pemilihan kepala desa datang.

Seolah urusan memilih pemimpin hanyalah formalitas.
Tapi giliran kepala desa sudah menjabat dan kinerjanya dianggap kurang, protes mulai bermunculan.

Dari warung kopi sampai media sosial, semua jadi komentator.
Padahal memilih kepala desa itu bukan perkara kecil.

Kepala desa bukan hanya pengisi kursi jabatan atau penanda tangan dokumen.
Ia adalah pengarah jalannya pemerintahan desa, pembangunan, pelayanan masyarakat, hingga bagaimana potensi desa bisa berkembang atau justru tertinggal.

Dan yang perlu diingat, masa jabatan kepala desa sekarang 8 tahun.
Delapan tahun itu bukan waktu sebentar. Dalam waktu selama itu, desa bisa berubah pesat atau malah berjalan di tempat.
Maka memilih kades jangan seperti memilih menu dadakan karena lapar sesaat.

Pemimpin yang baik, jujur, dan inovatif akan membawa dampak positif dari banyak aspek. Pelayanan lebih baik, pembangunan lebih terarah, ekonomi masyarakat bergerak, potensi wisata dan usaha lokal berkembang, serta hubungan pemerintah desa dengan masyarakat menjadi lebih sehat.

Sebaliknya, kalau memilih hanya karena pertemanan, kedekatan, tekanan, atau ikut suara mayoritas tanpa pertimbangan matang, jangan kaget kalau hasilnya jauh dari harapan.

Karena itu masyarakat perlu selektif. Lihat rekam jejaknya, cara menyelesaikan masalah, kepemimpinannya, serta gagasan nyata yang ditawarkan.

Janji kampanye bisa semanis teh panas, tapi yang dibutuhkan desa adalah kerja nyata, bukan sekadar kata-kata.
Karena memilih kepala desa bukan soal satu hari nyoblos, tapi tentang 8 tahun arah masa depan desa.

Pilihan warga hari ini, bisa menjadi cerita baik atau bahan keluhan bertahun-tahun nanti.

Postingan populer dari blog ini

JUKLAK LOMBA HT SAPTOLOWO KONTES

NET RAMADHAN SAPTOLOWO 1447H 2026

awal januari 2026 banjir kali lamong